Oleh: harunministry | Maret 5, 2010

Khotbah : Harun Dethan,MA. Berjalan Bersama Yesus.

Judul : Berjalan Bersama Yesus sampai akhir hidup. Didasarkan pada Yohanes 14:6 Oleh Pst. Harun I. Dethan, MSc.,MA. 15 mei ’09 Pada PDO Bukit Sion Jl Kelapa Muda Jakarta Utara. •

14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. • 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. • 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. • 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” • 14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” • 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Nats firman Tuhan yang baru saja kita baca dilatarbelakangi oleh pengucapan yang tegas sekaligus sebagai penyemangatan kepada pengikut Tuhan. Bahwa hidup ini tidak boleh dikuasai oleh kegelisahan, mengapa? Karena hanya orang yang hidup tanpa Yesuslah yang patut gelisah. Sebaliknya kita yang berjalan bersama yesus memiliki keyakinan sebagaimana Tuhan Yesus mengatakan “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yakinlah berjalan bersama Yesus ada jaminan yakni kita akan beroleh Kepastian, kebenaran dan kehidupan. Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir? Jika kita membaca Yohanes 14:6 dengan cermat dan kita hubungkan dengan nats firman Tuhan Yang lain yang ada dalam Alkitab kita maka kita akan menemukan 5 jawaban pokok.

1. Supaya kita beroleh Mahkota Keabadian (I Korintus 9: 24-27)

2. Supaya kita beroleh Mahkota Kemegahan (I Tesalonika 2:19)

3. Supaya kita beroleh Mahkota Kebenaran (II Timotius 4:8)

4. Supaya kita beroleh Mahkota Kemuliaan (I Petrus 5:4)

5. Supaya kita beroleh Mahkota Kehidupan (Yakobus 1:12

Tujuan khotbah ini adalah agar kita memahami bahwa berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup sebagai keharusan. Dan sekaligus kita disemangati untuk tekun dan tabah. Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup? 1. Supaya kita beroleh Mahkota Keabadian (The crown incorruptible : I Korintus 9: 24-27) 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Mahkota ini diberikan kepada setiap orang giat untuk mencapai hasil yang maksimal, seperti Pelari dan Petinju. Berlari menurut peraturan dan sprotif Bertinju menurut peraturan dan sprotif Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup? 2. Supaya kita beroleh Mahkota Kemegahan (The crown of rejoicing : I Tesalonika 2:19) 2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? 2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami. Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup? 3. Supaya kita beroleh Mahkota Kebenaran (The crown of righteonsness : II Timotius 4:8) 4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup? 4. Supaya kita beroleh Mahkota Kemuliaan (The crown of glory : I Petrus 5:4) 5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Mengapa kita harus berjalan bersama Yesus sampai akhir hidup? 5. Supaya kita beroleh Mahkota Kehidupan (The crown of life : Yakobus 1:12 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Oleh: harunministry | April 23, 2009

Khotbah Harun Dethan


Maret 23, 2009 by dethanmedia

BERJALANLAH ERSAMA TUHAN YESUS SAMPAI AKHIR HIDUP. Oleh Pdt. Harun I. Dethan, MA.

Ketika murid-murid di zaman Yesus berjalan bersama Dia, tidak mengalami kekurangan. Mereka selalu mengalami kelimpahan, bukan saja makanan tetapi juga kesehatan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mereka tersandung dengan persoalan-persoalan kecil. Demikian pula kita dapat saja tersandung dengan persoalan yang sama, sehingga ada kemungkinan kita mengambil langkah mundur.

Pertanyaannya bagaimana caranya agar kita dapat berjalan bersama Tuhan Yesus sampai akhir hidup?

1. Adanya Panggilan

2. Adanya Perjanjian

3. Adanya Pengharapan

4. Adanya Perubahan

5. Adanya Pilihan

Saudaraku yang terkasih marilah kita memperhatikan satu per satu, bagaimana caranya agar kita dapat berjalan bersama Tuhan Yesus sampai akhir hidup?

1. Panggilan, ketahuilah bahwa tidak ada seorang pun yang berkesanggupan datang pada Yesus, sebab bukankah Dia yang akan memanggil kita dengan panggilan yang penuh kasih? Jika Yesus memanggil kita berarti kita beroleh kasih karunia, suatu panggilan yang khusus dan bernilai tinggi melebihi seanteru dunia ini. Ia memanggil kita untuk hidup baru dalam keselamatan jiwa dan berlanjut pada keinginan mengselaraskan kita dengan Nya yakni menjadi serupa.

2. Perjanjian, Tuhan Yesus melakukan apa yan Ia inginkan selalu melibatkan kita, sebagaiman Ia melibatkan Abraham dan Sarah dalam pemberiaan anak Perjanjian yang dikemudian hari Abraham disebut bapa orang beriman. Tuhan dalam memberikan janji Ia selalu menepati dalam dimensi waktu-Nya.

3. Pengharapan, Suatu penyediaan masa depan yang lebih baik dari pada yang telah dialami kini, Tuhan menyediakan masa depan yang penuh dengan kelimpahan, kegirangan, kedamaian, kesehatian, kekekalan.

4. Perubahan, hidup kita harus berubah menuju bentuk yang sebenarnya dan model kita adalah Yesus, teladan dan idola yang sempurna kita adalah Yesus, sampai kita mengalami keserupaan dengan Yesus, Ia mengubah kehinaan kita dan menggantikan dengan kemuliaan-Nya.

5. Pilihan, pada saat kita memilih berjalan bersama Yesus, berarti kita ikut dalam penderitaan-Nya, kita hidup dalam kebenarannya dan kita menyaksikan kepada setiap orang yang kita jumpai.

Teruslah berjalan bersama Tuhan Yesus, karena kita pasti bias sebab Ia memberikan kebisaan itu dalam hidup kita. Tuhan Yesus menjamah anda.


Oleh: harunministry | Februari 3, 2009

Dead Sea for Harun

Oleh: harunministry | Februari 3, 2009

Keindahan/for I

Unique Elements of Nature  
 
Oleh: harunministry | Januari 24, 2009

Pdt. Indri Gautama

PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

TAKUT AKAN TUHAN

Pdt. Indri Gautama

 

“Apa Isi Gereja Tuhan Saat Ini?”

Mari kita melihat pada gereja mula-mula, ada perbedaan antara orang yang datang ke gereja karena pertobatan murni dan sekedar bergabung dengan organisasi. Ini dapat terlihat dengan jelas pada gereja mula-mula sebab kemuliaan Allah dalam kepenuhan-Nya hadir dalam setiap pertemuan orang-orang percaya. Dalam Kisah para Rasul 4:32-37 dijelaskan gaya hidup jemaat mula-mula, pada masa itu ada kesehatian, sejiwa dan sepikir dengan firman Tuhan. Mereka hidup dengan kasih karunia Tuhan yang melimpah dan dengan kuasa yang besar. Kisah Para Rasul 4:33 “…Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” Akibat kesatuan itu ada kuasa Tuhan dan kasih karunia yang berlimpah (34) Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa  (35) dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.”…

Yusuf yang disebut Barnabas, ia menjalani gaya hidup seperti ini, ia menyerahkan seluruh penjualan ladangnya di depan kaki para rasul. Mari kita melihat lebih jelas apa yang dilakukan Barnabas dengan uangnya. Barnabas memberikan seratus persen hasil penjualan ladangnya.
(36) Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
(37) Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Kisah Para Rasul 4:36-37

Ada juga pasangan suami istri yang bernama Ananias dan Safira yang melakukan hal tersebut, mereka mempersembahkan uang hasil penjualan dari tanah mereka kepada rasul Petrus. Bedanya pasangan suami istri Ananias dan Safira melakukan hal ini bukan dari perintah Tuhan tetapi dari keinginan mereka sendiri untuk mendapatkan kehormatan dari manusia. Dengan munafik dan licik mereka bergaya memberikan semua hasil dari penjualan tanah tersebut tetapi yang sebenarnya masih ditahan separuh dari hasil penjualan itu untuk diri mereka sendiri. Mereka berdusta dan pada waktu Ananias membawa sebagian dari hasil penjualan itu kepada rasul Petrus yang penuh dengan kemuliaan Allah, atas dorongan dari Roh Kudus Rasul Petrus menyingkapkan kondisi hati Ananias yang sesungguhnya.

Kisah Rasul 5:3-4
(3)Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
(4)Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

Kisah para Rasul 5:8-9
(8)Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”
(9)Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
Kita bisa melihat perbedaan antara orang yang melakukan firman Tuhan dengan ketaatan dan mereka yang mentaati karena untuk reputasinya sendiri?

Dalam hadirat Tuhan kondisi hati manusia ditelanjangi. Kenapa ini bisa terjadi, sebab seperti yang telah dijelaskan dalam Matius 10:26 Yesus berkata …”Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”…

Ibrani 4:12-13
(12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
(13)Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Dikatakan pada Kisah Para Rasul 5:11-15
(11) Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.
(12) Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.
(13) Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
(14)Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,
(15) bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.

Kita perhatikan pada ayat-ayat di atas ini walaupun seluruh jemaat sangat ketakutan tetapi semakin lama jumlah orang yang percaya kepada Tuhan semakin bertambah. Sebab orang-orang yang bertobat murni kepada Tuhan dilahirkan dalam kemuliaan Allah yang luar biasa.

Nyawa Ananias dan Safira putus seketika itu juga dan mereka langsung dikuburkan. Di hadapan hadirat Allah semua dosa tersembunyi akan terbongkar. Ananias dan Safira tidak dapat bertahan dalam alam kemuliaan Allah yang begitu kuat dan faktanya orang-orang yang sakit di tengah jalan dibangkitkan karena terkena bayangan Petrus, mereka menerima kesembuhan secara instan. Dan bagi mereka yang tidak mengenal hati Allah juga bisa mati instan karena mereka mencoba masuk dalam hadirat-Nya dengan hati yang berdosa. Tetapi dalam alam mujizat dan berkat yang berkelimpahan dosa tersembunyi di hati manusia bisa lolos. Contohnya, selama orang Israel hidup di padang gurun mereka berada di bawah alam berkat tetapi Allah menyembunyikan kemuliaan-Nya di gunung Sinai. Dan mereka tidak bisa mendekat, berbeda dengan Musa yang suka bergaul dengan Allah di gunung Sinai karena hati Musa takut akan Allah sehingga hatinya menjadi suci.

Saudara-saudara pada waktu dosa bertemu dengan kemuliaan Allah pasti ada reaksi yang terjadi, dikatakan dalam Ibrani 12:29 … “Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.”… Kita bisa lolos saat ini dari penghakiman Tuhan bukan berarti Tuhan lalai dengan penghakiman-Nya. 2 Petrus 3:9 …”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Allah itu panjang sabar dan kebaikan-Nya menuntun kita pada pertobatan (Roma 2:4) Kita, sebagai orang yang sudah bertobat harus hidup semakin saleh dan suci untuk mempercepat kedatangan Yesus. Ingat hari Tuhan akan segera tiba Ia datang seperti pencuri.

2 Petrus 3:10-11
(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Kami percaya ada pemulihan yang dibawa Tuhan pada gereja-Nya dan berita ini harus terus disampaikan kepada banyak orang untuk mempersiapkan kedatangan Yesus kedua kalinya. Beritakanlah firman Tuhan dengan tidak jemu-jemu. Umat Tuhan harus mengenal sisi kemurahan dan kekerasan-Nya karena kekudusan kita disempurnakan dalam takut akan Allah.

Pesan Tuhan di akhir pelajaran ini!
Kisah Para Rasul 3:19-21
(19) Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
(20) agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
(21) Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Oleh: harunministry | Januari 24, 2009

Pdt. Indri Gautama

PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

TAKUT AKAN TUHAN

Pdt. Indri Gautama

 

SIAPA YANG DIKENAL TUHAN?

Mentaati kehendak Tuhan merupakan suatu proses yang harus dibayar oleh semua orang percaya yang mau hidup berkemenangan dan ini merupakan karakteristik Kristen Rajawali. Dalam Matius 7:23 Yesus berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!, jadi sebenarnya siapa yang dikenal-Nya? Dikatakan-Nya dalam Yesaya 66:2
…”Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas, dan patah semangatnya, dan yang gentar kepada firman-Ku.”…

Arti dari kata Aku memandang adalah kepada orang inilah Allah memberi perhatiannya seratus persen yaitu kepada Orang yang tertindas adalah orang yang menyadari bahwa ia miskin di hadapan Tuhan yang berarti ia tidak bisa melakukan apapun tanpa Yesus.
Patah semangatnya, orang yang mudah remuk hatinya dan cepat bertobat, orang yang tunduk pada otoritas ilahi.
Yang gentar adalah orang yang mentaati firman Tuhan tanpa melihat adanya keuntung an untuk dirinya sendiri.

Sikap hati seperti ini dimiliki Ratu Ester, apa keuntungan baginya mentaati perintah pamannya Mordekhai, untuk menghadap Raja agar rencana memusnahkan bangsa Yahudi dibatalkan Ester 4:14 …”Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”…

Bagi Ester yang sudah nyaman hidupnya sebagai ratu dan wanita terkaya di dunia, kenapa ia mau mengambil resiko untuk menghadap Raja yang akan memenggal kepalanya karena melanggar hukum Raja yang melarang menghadap kecuali tongkat Raja diangkat. Dia memilih melakukan kehendak Tuhan dan mementingkan umat Tuhan daripada mementingkan dirinya sendiri.

Demikian juga dengan Abraham, ia mentaati perintah Tuhan, dari hati yang gentar kepada firman Allah dengan segera tanpa bimbang dan ragu pergi mengorbankan Ishak sebagai korban bakaran. Dalam Kejadian 22:11-12 malaikat Allah menyatakan dengan jelas bahwa Abraham takut akan Allah! Tidak ada ilah-ilah lain di hatinya.
Setiap dari kita akan mengalami ujian di mana hati kita akan diuji oleh Tuhan apakah takut akan Allah ada di hati saya dan saudara atau tidak?
Keluaran 20:20 ….”Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.”

Oleh: harunministry | Januari 24, 2009

Pdt. Indri Gautama

PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

TAKUT AKAN TUHAN

Pdt. Indri Gautama

 

Hidup yang berkenan kepada Allah harus di awali dengan
“takut akan Tuhan”

“Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat…” Amsal 8:13

Hidup dengan takut akan Tuhan membuat kita taat dan suci dihadapan-Nya yang juga akan membawa kita menjauhi kejahatan. Setelah menerima kepenuhan Roh Kudus, sikap hormat dan takut akan pribadi Allah akan ada pada kita. Ketaatan pada jalan-jalan-Nya timbul di hati tanpa harus diperintahkannya. Bergaul secara intim dengan Roh Kudus membuat kita selalu memiliki rasa hormat dan takut kepada Tuhan yang akan semakin bertambah dalam. Tanpa kepenuhan Roh Kudus dan tanpa pergaulan intim dengan-Nya, kita tidak bisa memiliki rasa takut akan Tuhan.

Dalam nubuatannya, nabi Yesaya menjelaskan siapa Yesus Raja damai kita.
Yesaya 11:1-3
(1) …”Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
(2)Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
(3) ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.”…

Yesus diurapi dengan begitu dahsyatnya dengan urapan tanpa batas sehingga setiap mujizat yang luar biasa terjadi, bahkan Rasul Yohanes berkata dalam
Yohanes 20:30-31
(30) Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
(31) tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Yohanes 21:25 …”Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”…

Mujizat-mujizat yang dahsyat seperti membangkitkan orang mati, menghardik badai, menyembuhkan orang sakit dan melepaskan orang yang kerasukan bisa terjadi bukan karena dilakukan semaunya oleh Yesus, tetapi Ia melakukannya berdasarkan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Nya, seperti yang dikatakan-Nya dalam Yohanes 5:19 …”kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”…

Semua mujizat yang Yesus lakukan di bumi dapat terjadi karena Yesus mendapat instruksi dari Allah Bapa dan melihat Allah Bapa mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi karena Yesus mempunyai sikap takut dan hormat kepada Bapa-Nya. Dalam Ibrani 1:8-9 dijelaskan bahwa karena ketaatan Yesus maka Allah Bapa mempromosikan-Nya.

Ibrani 1:8-9
(8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
(9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

Pada ayat-ayat di atas ini Allah Bapa menjelaskan apa rahasia dari keberhasilan Yesus memiliki urapan tak terbatas. Yesus mencintai keadilan dan Ia membenci kefasikan. Ia mencintai kebenaran (perintah Allah) sedalam Ia membenci kefasikan (melanggar perintah Allah). Dalam Matius 7:21-23 Yesus berfirman: (21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Selama Yesus berada di bumi semua mujizat yang dilakukan-Nya berhasil karena Ia melakukan mujizat tersebut atas dasar perintah Bapa-Nya yang secara instan ditaati-Nya. Pada saat itu memang dibutuhkan urapan kuasa Roh Kudus untuk menghancur kan belenggu setan, tetapi kapan dan di mana urapan itu bisa bekerja harus menanti perintah Bapa, oleh sebab itu Yesus berkata pada ayat berikut di bawah ini,
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Kata pembuat kejahatan, artinya orang-orang ini biasa hidup melanggar kehendak Tuhan (I Yohanes 3:4). Orang-orang percaya yang diurapi ini memang melakukan tanda-tanda sebagaimana seharusnya orang percaya lakukan, tetapi bagaimana dengan kehidupan mereka sehari-hari, apakah hidup mentaati kehendak Bapa? Karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja melalui kita bukan jaminan bahwa Tuhan mengenal kita. Mari kita lihat lagi kehidupan Yesus di Yohanes 11.

Pada waktu saudara-saudara Lazarus memberi kabar kepada Yesus bahwa Lazarus sedang sakit keras Yohanes 11:3 “…Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” dan mereka minta Yesus untuk mendoakan Lazarus di Bethania supaya ia tidak mati. Tetapi Yesus tidak melakukan permintaan mereka, melainkan Ia sengaja menunda sampai dua hari padahal dikata kan dalam kitab Yohanes 11:5 bahwa Yesus sangat mengasihi Lazarus, Martha dan kakaknya. Kenapa Yesus tidak langsung meresponi untuk mendoakan sahabatnya sendiri? Bahkan Yesus kembali ke Yudea untuk pelayanan di sana dan permohonan temannya tidak dihiraukan sebab Yesus tahu bahwa semua mujizat itu dilakukan oleh Allah Bapa. Dia belum melihat Bapa-Nya melakukan apa-apa bagi Lazarus saat itu.
Perhatikan 1 Korintus 12:4-6
(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Yesus hanya melayani apa yang dikerjakan oleh Bapa-Nya dan Roh Kudus memanifestasikan perkerjaan tersebut melalui-Nya. Selama Yesus di bumi tugas utama yang Ia lakukan adalah memuliakan Bapa-Nya dan bukan mempromosi diri-Nya dengan mujizat-mujizat tersebut. Yohanes 11:4 “Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Yesus mempunyai sikap hormat dan takut akan Allah, sekalipun Ia berada di bumi tetapi hidup-Nya selalu berhubungan dengan Allah Bapa di surga dua puluh empat jam perhari. Seperti Paulus berkata

kita ada di dunia tetapi tidak serupa dunia. Kalau kita belajar hidup seperti Yesus maka kita semua akan mencapai tempat seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:12 “…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;..” Kita bisa menjadi saksi-Nya yang efektif jika kita taat melakukan perintah-Nya. Dalam Ibrani 5:8 Yesus belajar taat dari penderitaan yang dialami-Nya. Kedewasaan rohani kita juga diukur dari ketaatan kita melakukan perintah Allah tanpa kompromi dengan situasi, lingkungan atau apa yang panca indera kita katakan. Di situasi yang tidak nyaman kita harus tunduk dengan perintah Tuhan yang masih berbicara kepada kita melalui Roh Kudus, Wahyu 2:17 …”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat…”

Oleh: harunministry | September 23, 2008

HARI KEMENANGAN by harun dethan

Hari kemenangan menjadi penantian banyak orang, menang atas perlombaan, menang atas penyangkalan diri/puasa, menang atas peersaingan yang sehat.

H : Harapan untuk menjadi pemenang masih ada

A : Ajarkan kebaikan saja pada genarasi muda

R : Raihlah kemenangan dengan cara yang terhormat

I : Indahnya hidup bersama tanpa membeda-bedakan agama, suku dan warna kulit.

K : Kita bisa ketika kita berpikir dan berkata bisa

E : Emosi negatif tidak akan memberikan manfaat

M : Manusia hidup hanya sekali untk itu jadilah manusia yang berakhlat ilahi

E : Etiket itu penting karena kita berada di abad yang aneh

N : Nantikan waktu yang tepat untuk menang

A : Alat lihat kita jangan terus melihat kelemahan dan ketakutan kita tetapi taklukanlah untuk diri sendiri

N : Nama baik lebih berharga dari pada apapun

G : Guru yang baik adalah pengalaman yang kita miliki

A : Amati dengan bijak kekuatan lawan

N : Nah, jangan diam tetapi berbuat sesuatu yang besar agar dikenang sepanjang masa.

ingatlah hari kemenangan, telah tiba pertahankan karakter yang baik, perbaharui terus menerus sampai sempurna.harun dethan motivator.

Oleh: harunministry | September 22, 2008

KASIH by harun dethan

Kasih  bukanlah kata yang baru bagi setiap orang karena sebetul hampir setiap orang telah mempraktekkan artinya walaupun ia sebetulnya tidak pernah mengetahui artinya secara lengkap.

K : Kata-kata saja tidak lah cukup tetapi berkata dan berbuat, sehingga terdengar dan terlihat.

A : Aman dalam Allah , karena Allah bagaikan Ayah yang sempurna.

S : Saatnya berbuat sebanyak-banyknya kebaikan dan membuang sebanyk banyaknya karakter buruk yang terpelihara dalam hidup kita.

I : Ilmu yang paling lengkap adalah ilmu yang mempelajari tentang Tuhan.

H : Harapan masih ada jika kita ingin berubah dari yang buruk menjadi yang benar.  Allah itu kasih,jika kita dapat mempraktekkan kasih dalam hidup ini kita akan dekat dengan Allah. Dan kita disebut anak-anak Allah. Kasih tidak akan berakhir, karena ia ada dalam diri Allah. harun dethan.

Oleh: harunministry | September 22, 2008

IMAN.by.harun dethan.

IMAN ITU APA, iman adalah dari segala sesuatu yang kita percayai walaupun tidak kita lihat dengan mata jasmaniah tetapi kita percaya bahwa yang kita imani itu akan menjadi kenyataan dan ada.

I : Ide yang paling brilian adalah ide mempercayai bahwa Allah itu ada dan Ia memperkenalkan diri pada manusia melalui Yesus yang datang kedalam dunia dengan cara yang unik namun logis (lahir dari perawan Maria dan dikandung oleh Roh Kudus tanpa adanya keterlibatan unzur biologis)

M : Manusia akan binasa jika memahami dan mengikuti keyakinan yang salah.

A : Ambillah kesempatan yang terindah untuk menerima keyakinan yang benar yakni anda tidak akan kecewa bila beriman pada Kristus.

N : Nama Yesus nama yang ajaib, nama yang menakutkan bagi iblis tetapi nama yang Indah bagi pengikutnya. Nama itu indah dan hebat yakni nama yang dapat dipercaya. Ingatlah tanpa iman kita tidak akan pernah berarti. Iman melihat jauh melampaui alat lihat kita. harun dethan motivator.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.