Oleh: harunministry | Januari 24, 2009

Pdt. Indri Gautama

PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

TAKUT AKAN TUHAN

Pdt. Indri Gautama

 

Hidup yang berkenan kepada Allah harus di awali dengan
“takut akan Tuhan”

“Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat…” Amsal 8:13

Hidup dengan takut akan Tuhan membuat kita taat dan suci dihadapan-Nya yang juga akan membawa kita menjauhi kejahatan. Setelah menerima kepenuhan Roh Kudus, sikap hormat dan takut akan pribadi Allah akan ada pada kita. Ketaatan pada jalan-jalan-Nya timbul di hati tanpa harus diperintahkannya. Bergaul secara intim dengan Roh Kudus membuat kita selalu memiliki rasa hormat dan takut kepada Tuhan yang akan semakin bertambah dalam. Tanpa kepenuhan Roh Kudus dan tanpa pergaulan intim dengan-Nya, kita tidak bisa memiliki rasa takut akan Tuhan.

Dalam nubuatannya, nabi Yesaya menjelaskan siapa Yesus Raja damai kita.
Yesaya 11:1-3
(1) …”Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
(2)Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
(3) ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.”…

Yesus diurapi dengan begitu dahsyatnya dengan urapan tanpa batas sehingga setiap mujizat yang luar biasa terjadi, bahkan Rasul Yohanes berkata dalam
Yohanes 20:30-31
(30) Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
(31) tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Yohanes 21:25 …”Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”…

Mujizat-mujizat yang dahsyat seperti membangkitkan orang mati, menghardik badai, menyembuhkan orang sakit dan melepaskan orang yang kerasukan bisa terjadi bukan karena dilakukan semaunya oleh Yesus, tetapi Ia melakukannya berdasarkan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Nya, seperti yang dikatakan-Nya dalam Yohanes 5:19 …”kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”…

Semua mujizat yang Yesus lakukan di bumi dapat terjadi karena Yesus mendapat instruksi dari Allah Bapa dan melihat Allah Bapa mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi karena Yesus mempunyai sikap takut dan hormat kepada Bapa-Nya. Dalam Ibrani 1:8-9 dijelaskan bahwa karena ketaatan Yesus maka Allah Bapa mempromosikan-Nya.

Ibrani 1:8-9
(8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
(9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

Pada ayat-ayat di atas ini Allah Bapa menjelaskan apa rahasia dari keberhasilan Yesus memiliki urapan tak terbatas. Yesus mencintai keadilan dan Ia membenci kefasikan. Ia mencintai kebenaran (perintah Allah) sedalam Ia membenci kefasikan (melanggar perintah Allah). Dalam Matius 7:21-23 Yesus berfirman: (21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Selama Yesus berada di bumi semua mujizat yang dilakukan-Nya berhasil karena Ia melakukan mujizat tersebut atas dasar perintah Bapa-Nya yang secara instan ditaati-Nya. Pada saat itu memang dibutuhkan urapan kuasa Roh Kudus untuk menghancur kan belenggu setan, tetapi kapan dan di mana urapan itu bisa bekerja harus menanti perintah Bapa, oleh sebab itu Yesus berkata pada ayat berikut di bawah ini,
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Kata pembuat kejahatan, artinya orang-orang ini biasa hidup melanggar kehendak Tuhan (I Yohanes 3:4). Orang-orang percaya yang diurapi ini memang melakukan tanda-tanda sebagaimana seharusnya orang percaya lakukan, tetapi bagaimana dengan kehidupan mereka sehari-hari, apakah hidup mentaati kehendak Bapa? Karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja melalui kita bukan jaminan bahwa Tuhan mengenal kita. Mari kita lihat lagi kehidupan Yesus di Yohanes 11.

Pada waktu saudara-saudara Lazarus memberi kabar kepada Yesus bahwa Lazarus sedang sakit keras Yohanes 11:3 “…Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” dan mereka minta Yesus untuk mendoakan Lazarus di Bethania supaya ia tidak mati. Tetapi Yesus tidak melakukan permintaan mereka, melainkan Ia sengaja menunda sampai dua hari padahal dikata kan dalam kitab Yohanes 11:5 bahwa Yesus sangat mengasihi Lazarus, Martha dan kakaknya. Kenapa Yesus tidak langsung meresponi untuk mendoakan sahabatnya sendiri? Bahkan Yesus kembali ke Yudea untuk pelayanan di sana dan permohonan temannya tidak dihiraukan sebab Yesus tahu bahwa semua mujizat itu dilakukan oleh Allah Bapa. Dia belum melihat Bapa-Nya melakukan apa-apa bagi Lazarus saat itu.
Perhatikan 1 Korintus 12:4-6
(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Yesus hanya melayani apa yang dikerjakan oleh Bapa-Nya dan Roh Kudus memanifestasikan perkerjaan tersebut melalui-Nya. Selama Yesus di bumi tugas utama yang Ia lakukan adalah memuliakan Bapa-Nya dan bukan mempromosi diri-Nya dengan mujizat-mujizat tersebut. Yohanes 11:4 “Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Yesus mempunyai sikap hormat dan takut akan Allah, sekalipun Ia berada di bumi tetapi hidup-Nya selalu berhubungan dengan Allah Bapa di surga dua puluh empat jam perhari. Seperti Paulus berkata

kita ada di dunia tetapi tidak serupa dunia. Kalau kita belajar hidup seperti Yesus maka kita semua akan mencapai tempat seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:12 “…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;..” Kita bisa menjadi saksi-Nya yang efektif jika kita taat melakukan perintah-Nya. Dalam Ibrani 5:8 Yesus belajar taat dari penderitaan yang dialami-Nya. Kedewasaan rohani kita juga diukur dari ketaatan kita melakukan perintah Allah tanpa kompromi dengan situasi, lingkungan atau apa yang panca indera kita katakan. Di situasi yang tidak nyaman kita harus tunduk dengan perintah Tuhan yang masih berbicara kepada kita melalui Roh Kudus, Wahyu 2:17 …”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat…”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: